Minggu, 23 Maret 2014

Es



Es itu beku
Es itu dingin
Es itu kaku
Es itu keras
Es itu kokoh
Tapi Es tetap bisa mencair jika terkena panas.
readmore »»  
Jumat, 07 Maret 2014

Berganti Hati




Satu persatu telah kuhapus
Cerita lalu di antara engkau dan aku
Dua hati ini pernah percaya
Seribu mimpi tanpa ragu tanpa curiga



Ku tak ingin lagi
Menunggu, menanti
Harapan tuk hidupkan cinta yang telah mati
Ku tak ingin coba
Hanya tuk kecewa (Ku telah kecewa)
Lelah ku bersenyum lelah ku bersandiwara
Aku ingin pergi
Dan berganti hati

Satu persatu telah kuhapus
Nada dan lagu yang dulu kucipta untukmu
Rasa yang dulu pernah ada
Kini berdebu terbelenggu dusta dan noda

Kini ku sadari diri ini
Ingin berganti hati
Cinta yang tlah pergi
Harus berganti hati

Harus ku ganti hatiku kini
Ini harus ku ganti
Tak perlu ini lagi harus berganti…
-Anggun-

readmore »»  

Kanan atau Kiri




Hai Apa Kabar?
Baikah atau Burukah?
Baik baik yang aku harap dari kalian.
Boleh cerita nggak? Boleh ya?

Sekarang aku berada di sebuah tempat diantara kanan dan kiri
Aku bingung. Sebenarnya aku ingin berjalan tapi aku harus melangkah kemana?
Kekiri? Kekanan? atau tetap di tempat?
Jika aku memilih untuk ke kanan, aku kasihan dengan si kiri
Jika aku memilih untuk ke kiri, aku kasihan si kanan sendirian
Jika aku tetap di tempat, aku takut aku takkan bergerak selamanya.
Sampai sekarangpun aku masih berfikir untuk kemana.
readmore »»  
Jumat, 21 Februari 2014

No Mention #6

Aku kembali
Kembali dengan cerita
Mungkin bisa membuatmu tersenyum, atau mungkin bisa membutamu ikut karut dalam perasaanku
Jujur, aku bingung untuk saat ini.
Aku bingung apa yang harus aku lakukan.
Aku ingin seperti mereka.
Seperti mereka yang bisa lepas dalam mengurai kisahnya.
Aku sangat ingin, aku tidak ingin memendam
Aku takut, aku takut ini semakin banyak, semakin menumpuk
Aku takut aku ingin berbagi tapi mengapa begitu sulit?
Terlalu tertutup. aku ingin terbuka sedikit, sedikit saja
Terus tersenyum walau ada masalah. itu menyiksa!
readmore »»  
Jumat, 14 Februari 2014

No Mention #5

Di saat hati harus bisa menerima
Di saat mata harus dipaksa untuk melihat
Di saat lidah dipaksa untuk tetap diam
Di saat bibir harus dipaksa untuk tersenyum
Di saat air mata harus dipaksa untuk bersembunyi
Di saat perasaan harus dipaksa untuk lari
Di saat kata IYA harus dipaksa untuk diam agar TIDAK yang menggantikan
Di saat kata pertemanan harus dipaksa yang utama
Di saat kata "Merelakan" harus dipaksa untuk menjadi sebuah kebiasaan

-LRP-
readmore »»  
Rabu, 29 Januari 2014

No Mention #4

Bukannya aku tidak tahu, Bukannya aku tidak mengerti.
Aku tahu, sangat tahu. Bahkan mulai memahaminya.
Tapi bagaimana? aku harus seperti itu.
Sebenarnya bukan harus, tapi aku ingin seperti itu.
Maaf, Maaf. hanya itu yang bisa aku lakukan.
Ingin melakukan lebih, tapi kenapa selalu terbayang? Dan akhirnya gagal.
Mencoba kembali, tapi gagal lagi.
Harus bagaimana? Aku bertanya kepadamu.

Haruskah seperti dulu?
Tidak! aku tidak ingin berbalik, aku ingin melangkah.
Ini terlalu kekanak kanakan.
Terlalu galau, dan terlalu monoton kalau menurutku.
Sudahlah, sekian :).
Terimakasih, sudah mau membaca.
Ini aku :)

-LRP-
readmore »»  
Minggu, 26 Januari 2014

Air? Cinta?


Cinta itu seperti air, ketika tak ada air kau kehausan dan bersedih tetapi ketika terlalu banyak air kau tak menyadari bahwa itu sangat berharga.”

-Sungmin-

-LRP-
readmore »»  

Marah atau Tersenyum?

"Jika kamu tersenyum saat sedang marah, orang lain akan merasa takut melihatnya"

-Yesung-


Credit To: @CloudsINDONESIA on Twitter
-LRP-
readmore »»  
Sabtu, 25 Januari 2014

Run and Hide

"Rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi 

Haruskah aku lari dari kenyataan ini 

Pernah kumencoba tuk sembunyi namun senyummu tetap mengikuti"

Untuk apa saja dan siapa saja, yang selalu membuntutimu dan mengganggumu.
Apa saja!
Berhentilah! agar aku bisa menjalankan kenginginanku, agar aku dapat berhasil melewati garis ini.
Untuk apa saja dan siapa saja, yang selalu membuntutimu dan mengganggumu.


-LRP-

readmore »»  
Jumat, 24 Januari 2014

YMMC


Terimakasih

Kedua Orang Tua dan siapa saja yang sedang berbahagia hari ini "Selamat Berbahagia" :)

c
readmore »»  

18!

Ini bukan hanya angka
Bukan hanya satu dan bukan hanya delapan
Juga bukan masalah jumlah serta berapabanyak
Ini juga bukan simbol.
Ini juga bukan hanya tentang 'delapan belas'
Banyak makna didalamnya, arti juga.


Mungkin untuk sebagian orang ini terlalu banyak, terlalu tua.
Bagiku tidak, ini perjalanan
Perjalanan menuju dua sisi yang berbeda
Apakah semakin buruk, atau semakin baik?
Tidak tahu, tapi aku berharap akan semakin baik.


"Dewasa itu pilihan" kata sebagian orang.
Memang, itu pilihan.
Selain pilihan, dewasa juga langkah, perjalanan.
Seberapa banyak, seberapa baik langkahmu, itu menentukan.
Seiring banyaknya perjalanan hidup yang dialami, semakin jelas sifat yang kau miliki.
Mungkin begitu.


Semakin baik semakin baik aku harap
Membahagiakan kedua orang tua, membahagiakan semua yang ada disampingku.
Bekerja keras, agar masa depan berterimakasih kepadaku.
Akan kulakukan sebaik yang aku bisa.
Berkaca pada masa lalu, pelajari kesalahannya.
Jadikan itu sebuah pengalaman berharga :)
Dan berusaha untuk bahagia, begitu caraku mensyukuri hidup ini :)
Berdoa jangan lupa!


- 22 Januari 1996 -

-LRP-

readmore »»  
Sabtu, 11 Januari 2014

"Dia" dan Sebuah Novel

Aku punya sebuah cerita, cerita tentang seorang tokoh yang bernama "Dia"
"Dia" bisa seorang laki laki maupun perempuan
"Dia" bisa memiliki rambut panjang ataupun pendek.
"Dia" bisa tinggi juga bisa pendek.
"Dia" bisa berkulit agak gelap bisa juga berkulit putih.
"Dia" bisa bermata sipit juga bisa bermata belo.
"Dia" bisa siapa saja. Bahkan mungkin bisa juga "Dia" ini adalah kamu, ya! kamu yang sedang membaca ini.
Tapi yang pasti, dalam cerita ini "Dia" adalah seorang manusia yang berperasaan :)


Pada suatu hari, "Dia" pergi ke sebuah toko buku yang cukup ternama di kotanya.
"Dia" ingin membeli sebuah novel, untuk menemaninya bersantai.
Untuk menemaninya menikmati indahnya hidup
Untuk menemani dalam kekosongan waktu yang "Dia" rasakan.
Saat "Dia" masuk ke dalam toko buku tersebut, pelayan toko itu menyambut "Dia" dengan ramah.
"Selamat datang" kata si penlayan ramah sembari tersenyum.
"Dia" hanya menganggukkan kepalanya dan bergegas menuju ke sebuah rak dengan tulisan "Novel" di atasnya
Dari kanan sampai kiri rak, semuanya telah "Dia" lihat, tapi belum ada satupun novel yang "Dia" pilih.
Tapi, setelah lama memilih akhirnya "Dia" tertarik pada sebuah novel dengan judul yang sangat menarik bagi "Dia"
Lalu, "Dia" mengambil novel tersebut, membolak balik novel tersebut, mencari hal yang lebih dari novel tersebut.
Tak berapa lama setelah itu, "Dia" meletakkan kembali novel itu ketempatnya semula tanpa membaca sinopsis yang ada di belakang novel tersebut.
Ada rasa kecewa yang tergambar jelas di wajah "Dia".
Tanpa alasan yang jelas, "Dia" mengembalikan buku itu ke raknya semua, padahal awalnya "Dia" tertarik dengan novel tersebut.
Ternyata, hanya karena sampul novel itu yang tidak menarik, "Dia" langsung mengembalikan novel tersebut. Padahal "Dia" belum membaca isinya, tapi "Dia" sudah berani memutuskan.


Karena, tidak mau membuang waktu dengan sia-sia, "Dia" kembali mencari novel kembali.
Di ujung rak novel, "Dia" menemukan sebuah novel dengan sampul yang sangat menarik.
Sampul itu seperti menggambarkan keindahan, baik di dalam maupun diluar.
Tanpa berpikir panjang lagi, "Dia" kemudian membawa novel itu kekasir untuk dibayar, kemudian "Dia" bawa pulang untuk "Dia" baca.
Sesampainya di rumah "Dia" mulai membaca novel yang tadi telah "Dia" beli.
Lembar demi lembar novel tersebut mulai "Dia"baca.


Sampai di tengah halaman novel, "Dia" memutuskan untuk berhenti membaca novel tersebut.
Menurutnya novel tersebut memiliki isi yang tak sebagus sampulnya.
"Dia" kemudian meletakkan novel teresut di sebuah meja kecil, "Dia" tidak membuangnya hanya meletakknya tapi tidak membacanya.
"Dia" membiarkan novel dengan sampul bagus itu berdebu, sepertinya "Dia" mulai tidak perduli dengan novel itu, berbeda dengan saat dia baru membeli novel tersebut.


Itulah cerita yang aku punya, Jelek? maaf :(
Tapi aku cukup menyesal dengan cerita ini. Mengapa?
Coba saja, "Dia" tadi memilih novel yang pertama, yang sampulnya jelek padahal isi cerita di dalamnya sangat bagus, sangat cocok untuk menemani "Dia" dalam waktu luangya.
Coba saja, "Dia" tadi tidak memilih novel yang sampulnya terluhat bagus, padahal isinya tidak sebagus sampulnya.. Coba saja.. waktu bisa terulang..
Jika tadi "Dia" memilih novel yang benar benar bagus isinya, bukan hanya sampulnya saja yang bagus. Pasti tidak akan ada dua novel yang 'Terbuang'.
Karena yang terpenting dari sebuah novel itu isi ceritanya bukan sampulnya. Namun, sampul juga terkadang penting, tapi tak sepenting isinya.
Isi lebih penting kalau menurutku :)

-LRP-

readmore »»  
Minggu, 05 Januari 2014

Persimpangan


Kanan atau kiri?
Utara atau selatan?
Barat atau timur?
Tengah atau samping?
Aku tidak tahu
Jalan, Sudah jalan saja!
Jangan berhenti.
Tapi, setelah kau sampai di persimpangan
Tengok dalam dirimu, ikuti yang benar, ikuti kata hatimu
Aku tahu pasti membingungkan
Bingung untuk memilih, bingung untuk menentukan.
Tapi, jangan putuskan untuk berdiri di tengah, diam, jangan!
Terus saja berjalan, pilih mana yang kau suka, dan yang pasti benar.
Tapi, setelah kau sampai di jalan buntu.
Jangan berhenti, kau masih bisa untuk putar balik
Setelah sampai di persimpangan tadi.
Kau bisa memulai kembali untuk memilih
Memilih yang lebih benar daripada tadi.
Begitu seterusnya, sampai kau temukan tujuanmu
Sampai kai benar-benar harus berhenti untuk melanjutkan.

-LRP-

readmore »»  

Aku Lelah.....




Aku Lelah

Aku Lelah untuk berlari

Aku Lelah untuk menyusuri

Aku Lelah untuk mengetuk

Tapi, aku harus tetapap berlari

Aku harus tetap menyusuri

Aku harus tetap mengetuk

Masih banyak cerita yang aku belum tau akhirnya

Masih banyak pintu tertutp yang harus aku buka

Dan aku akan melakukannya, pasti!

Hingga suatu saat nanti aku akan berdiri di sebuah tempat 

Sebuah tempat yang aku buat sendiri

Sebuah tempat yang menjadi impianku

tempat itu bernama "Kemenangan & Keberhasilan"

:)

-LRP-

readmore »»  

No Mention #3

Aku kembali lagi..
Dari hirbenasi panjang
Kembali dengan segudang cerita

Aku rindu. 
Aku rindu akan ini.
Yang dulu, aku seperti ini.
Aku mau berteriak, tapi tersumbat
Aku ingin menutup, tapi selalu membuka
Aku ingin ini menjadi berwarna, tapi selalu abu-abu.

Kemudian akupun pindah.
Kini lebih nyaman, kini aku ingin menetap
Aku ingin tinggal, tapi ada yang mengusik
Ada yang mengganggu. 
Ada yang meminta bayaran untuk ini.
Yang akhirnya aku menyerah.
Aku mundur.
Tapi setelah berfikir aku juga ingin maju.
Aku dilema, bingunggg.
Aku harus bagaimana?
Beri aku saran
Dekat dekat
Beri aku saran.


-LRP-

readmore »»  
Postingan Lebih Baru Postingan Lama